Welcome 216.73.216.243
Filter
Riwayat (Opsional)
Nomor Hadits (Opsional)
Mengandung Kata
Tampilkan per Halaman hadits

Hadits Imam TIRMIDZI Melalui Perawi Abdur Rahman bin Abi Lailaa Yasar


No. Urut Riwayat Nomor Hadits Teks Hadits
21Tirmidzi 3030 Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit Al Bunani dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Shuhaib dari Nabi tentang firman Allah 'azza wajalla: "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya." (Yuunus: 26) beliau bersabda: "Jika penghuni surga memasuki surga, ada yang berseru: Sesungguhnya Allah memiliki satu janji yang ingin Dia penuhi untuk kalian semua. Mereka berkata: Bukankah Allah telah membuat wajah kami putih berseri, menyelamatkan kami dari neraka, dan memasukkan kami ke dalam surga? lalu dibukalah tabir, maka demi Allah, Dia tidak memberikan sesuatu yang paling mereka sukai dari pada memandangNya. Abu Isa berkata: Hadits Hammad bin Salamah seperti ini diriwayatkan oleh beberapa orang dari Hammad bin Salamah secara marfu'. Sulaiman bin Al Mughirah juga meriwayatkan hadits ini dari Tsabit dari Abdurrahman bin Abu Laila dengan menyebut sabda nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam tapi ia tidak menyebut: Dari Shuhaib dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam.
22Tirmidzi 3038 Telah menceritakan kepada kami Abdu bin Humaid telah menceritakan kepada kami Husain bin Ali Al Ju'fi dari Za`idah dari Abdul Malik bin Umair dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Mu'adz berkata: Seseorang mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam lalu bertanya: Bagaimana jika ada seorang laki-laki bertemu dengan seorang wanita padahal mereka tidak saling mengenal dan lelaki itu bercumbu dengannya akan tetapi tidak sampai menggaulinya? ia berkata: Lalu Allah menurunkan "Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (Huud: 114) kemudian beliau menyuruhnya untuk berwudhu dan shalat. Lantas Mu'adz bertanya: Wahai Rasulullah apakah ini dikhususkan baginya ataukah untuk kaum mu`minin secara keseluruhan? beliau menjawab: "Ini untuk kaum mu`minin secara keseluruhan." Abu Isa berkata: Hadits ini sanadnya tidak tersambung. Abdurrahman bin Abu Laila tidak mendengar dari Mu'adz. Mu'adz bin Jabal meninggal di masa khilafah Umar. Umar meninggal saat Abdurrahman bin Abu Laila masih kecil berusia enam tahun. Ia perna meriwayatkan dari Umar dan pernah melihatnya. Syu'bah meriwayatkan hadits ini dari Abdul Malik bin Umair dari Abdurrahman bin Abu Laila dari nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam secara mursal.
23Tirmidzi 3263 Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan serta Abdu bin Humaid maknanya satu, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq dari Ma'mar dari Tsabit Al Bunani dari Abdur Rahman bin Abu Laila dari Shuhaib, ia berkata; Menjadi tradisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, apabila telah beliau lakukan shalat 'Asar beliau berbisik, dan istilah berbisik menurut sebagian mereka adalah bergeraknya kedua bibir seolah-olah sedang berbicara. Kemudian beliau ditanya; wahai Rasulullah, engkau apabila melakukan shalat 'Asar berbisik-bisik. Beliau berkata: "Ada seorang nabi yang dibuat terkagum-kagum kepada umatnya, kemudian ia berkata; siapakah yang dapat menandingi mereka? Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya: "Berilah pilihan kepada mereka antara dua hal, yaitu Aku menghukum mereka atau Aku kuasakan musuh mereka atas diri mereka?" kemudian mereka memilih hukuman, maka Allah menguasakan kematian atas diri mereka, hingga dalam sehari terdapat tujuh puluh ribu orang yang mati." Shuhaib berkata; dan beliau apabila meceritakan hadits ini maka beliau menceritakan hadits yang lain, beliau bersabda: "Dahulu terdapat seorang raja yang memiliki seorang dukun yang melakukan perdukunan untuknya, kemudian dukun tersebut berkata; carikan untukku seorang anak yang cepat faham, atau ia berkata; yang cerdas. Aku akan mengajarkan ilmuku ini kepadanya, karena aku khawatir mati sehingga ilmu ini terputus dari kalian, dan tidak ada diantara kalian orang yang mengetahuinya." Beliau bersabda: "Kemudian mereka carikan seorang anak muda untuknya sesuai sifat yang telah ia sebutkan, mereka perintahkan si anak muda agar datang dan menuju kepada dukun tersebut. Pergilah si anak muda kepadanya, sementara di tengah perjalanan anak tersebut terdapat seorang rahib di dalam sebuah tempat ibadah." Ma'mar berkata; saya yakin para penghuni tempat-tempat ibadah pada saat itu adalah orang-orang muslim. Beliau bersabda: "Lalu anak tersebut bertanya kepada rahib tersebut, setiap kali anak tersebut melewatinya ia senantiasa bertanya kepadanya, hingga rahib tersebut memberitahukan kepadanya, ia berkata; sesungguhnya aku menyembah Allah." Beliau bersabda: "Anak itu mulai tinggal di tempat rahib tersebut dan seringkali terlambat berjalan kepada dukun. Maka si dukun tersebut mengirimkan utusan kepada keluarga anak tersebut yang inti pesannya; sesungguhnya ia hampir tidak datang kepadaku. Kemudian anak tersebut memberitahukan hal tersebut kepada rahib. Sang rahib berkata kepadanya; apabila dukun mengatakan kepadamu; dimana kamu? Katakana saja; bersama keluargaku, dan apabila keluargamu berkata kepadamu; dimana engkau? Maka beritahukan bahwa engkau bersama dukun tersebut." Beliau bersabda: "Ketika anak tersebut dalam keadaan demikian, tiba-tiba ia melewati sekelompok orang banyak yang telah tertahan oleh seekor binatang. Sebagian mereka mengatakan bahwa binatang tersebut adalah singa." Beliau bersabda: "Kemudian anak tersebut mengambil sebuah batu, dan berkata; ya Allah, apabila yang dikatakan rahib tersebut adalah benar maka aku memohon kepadaMu agar aku dapat membunuh binatang tersebut." Beliau bersabda: "Kemudian ia melempar dan membunuh binatang tersebut. Lalu orang-orang berkata; siapa yang membunuhnya? Mereka mengatakan; anak tersebut. Maka orang-orang terkejut dan berkata; sungguh anak ini telah mengetahui ilmu yang tidak diketahui seorangpun." Beliau bersabda: "Kemudian seorang buta mendengar hal tersebut, kemudian ia berkata kepada anak tersebut; apabila engkau mampu mengembalikan penglihatanku maka engkau mendapat bonus demikian dan demikian. Anak tersebut berkata; aku tidak menginginkan ini darimu, akan tetapi bagaimana pendapatmu apabila penglihatanmu kembali apakah engkau akan beriman dengan Dzat Yang telah mengembalikannya? Ia berkata; ya." Beliau bersabda: "Kemudian ia berdoa kepada Allah hingga Allah mengembalikan penglihatan orang tersebut kepadanya. Lalu orang buta tersebut beriman, kemudian perkara mereka sampai kepada raja. Lalu ia mengirim utusan kepada mereka dan mereka pun dihadirkan. Raja tersebut berkata; sungguh aku akan membunuh setiap orang diantara kalian dengan pembunuhan yang belum pernah aku lakukan kepada pelakunya." Kemudian ia perintahkan agar mendatangkan rahib dan orang yang buta, kemudian ia letakkan gergaji di tengah kepala salah seorang diantara mereka dan membunuhnya, serta membunuh yang lainnya dengan pembunuhan yang lain. Kemudian ia perintahkan agar mendatangkan anak muda tersebut, kemudian ia berkata; bawalah ia pergi ke gunung ini dan ini, lalu lemparkan dia dari puncaknya. Kemudian mereka pun membawanya pergi menuju gunung tersebut. Tatkala mereka telah sampai ke tempat tersebut untuk melemparkan anak tersebut darinya, mereka jatuh dari gunung tersebut hingga tidak ada yang tertinggal diantara mereka kecuali anak tersebut." Beliau bersabda: "Kemudian anak tersebut kembali, lalu raja memerintahkan agar mereka membawanya pergi ke laut kemudian melemparkannya di dalam laut. Anak tersebut dibawa ke laut, kemudian Allah menenggelamkan orang-orang yang bersamanya dan menyelamatkannya. Kemudian anak tersebut berkata kepada raja; engkau tidak dapat membunuhku hingga engkau menyalibku dan memanahku, apabila engkau memanahku maka ucapkan; dengan nama Allah Tuhan anak ini." Kemudian ia perintahkan agar anak tersebut disalib, maka anak itupun disalib, kemudian ia memanahnya dan mengatakan; "BISMILLAAH ROBBU HAADZAL GHULAAM" dengan nama Allah Tuhan anak ini." Beliau bersabda: "Kemudian anak tersebut meletakkan tangannya di atas kening setelah dipanah, kemudian mati. Lalu orang-orang berkata; sungguh anak ini telah mengetahui ilmu yang tidak diketahui oleh seorangpun, maka kami beriman kepada Tuhan anak ini." Beliau bersabda: "Kemudian dikatakan kepada raja tersebut; apakah engkau tidak bersabar untuk diselisihi oleh tiga orang? Seluruh manusia telah menyelisihimu." Beliau bersabda: "Kemudian dibuatlah parit yang besar, kemudian dilemparkan padanya kayu bakar, serta api, kemudian ia mengumpulkan orang-orang dan berkata; barang siapa yang kembali dari agamanya maka kami akan membiarkannya, dan barang siapa yang tidak kembali maka kami akan melemparkannya ke dalam api ini. Lalu ia mulai melemparkan mereka ke dalam parit-parit tersebut." Beliau bersabda: " Allah tabaraka wa ta'ala berfirman mendokumentasikan sejarah tersebut: Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji." (QS. Alburuj 4-8). Beliau bersabda: "Adapun anak tersebut telah dikuburkan." Dan disebutkan bahwa ia dikeluarkan (dari pekuburan) pada zaman Umar bin Al Khathab sementara jari-jarinya di atas keningnya, sebagaimana ia meletakkannya ketika dibunuh. Abu Isa katakana, ini hadis hasan gharib.
24Tirmidzi 3334 Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isma'il bin Samurah Al Ahmasi Al Kufi telah menceritakan kepada kami Asbath bin Muhammad telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Qais Al Mulai? dari Al Hakam bin 'Utaibah? dari Abdur Rahman bin Abu Laila?? dari Ka'b bin 'Ujrah? dari Nabi? shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Himpunan dzikir yang dilakukan setelah shalat, tidaklah merugi orang yang mengucapkannya yaitu; bertasbih kepada Allah setiap selesai shalat sebanyak tiga puluh tiga, memujiNya sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepadaNya sebanyak tiga puluh tiga kali." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan. 'Amru bin Qais Al Mulai adalah orang tsiqah, dan hafizh. Syu'bah telah meriwayatkan hadits ini dari Al Hakam dan ia tidak merafa'kannya. Manshur bin Al Mu'tamir telah meriwayatkannya dari Al Hakam dan ia merafa'kannya.
25Tirmidzi 3374 Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami Qabishah telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Abdul Malik bin 'Umair dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Mu'adz bin Jabal radliallahu 'anhu ia berkata; terdapat dua orang yang saling mencaci di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga terlihat kemarahan pada wajah salah seorang diantara keduanya, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh aku mengetahui sebuah kalimat yang seandainya ia mengucapkannya maka hilanglah kemarahannya, yaitu: A'UUDZU BILLAAHI MINASYSYAITHAANIRRAJIIM (aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk). Dan dalam bab tersebut terdapat riwayat dari Sulaiman bin Shard. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dengan sanad ini seperti hadits tersebut, dan hadits ini adalah hadits mursal. Abdurrahman bin Abu Laila tidak mendengar dari Mu'adz bin Jabal. Mu'adz meninggal pada kekhilafahan Umar bin Al Khathab, dan Umar terbunuh sementara Abdurrahman bin Abu Laila adalah anak yang berumur enam tahun. Demikianlah Syu'bah meriwayatkan dari Al Hakam dari Abdurrahman bin Abu Laila. Dan Abdurrahman bin Abu Laila telah meriwayatkan dari Umar bin Al Khathab dan telah melihatnya. Abdurrahman diberi kuniyah Abu Isa, sedangkan Abu Laila namanya adalah Yasar. Dan telah diriwayatkan dari Ibnu Abu Laila, ia berkata; aku menjumpai seratus dua puluh orang anshar dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Database Hadits by LIDWA, WebScript by EndSur
Best viewed using Google Chrome

( ! ) Fatal error: Uncaught TypeError: Unsupported operand types: string + int in C:\wamp64\www\hadits\counter.php on line 11
( ! ) TypeError: Unsupported operand types: string + int in C:\wamp64\www\hadits\counter.php on line 11
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001448232{main}( )...\riwayat.php:0
20.2490644560include( 'C:\wamp64\www\hadits\footer.php )...\riwayat.php:273
30.2491645304include( 'C:\wamp64\www\hadits\counter.php )...\footer.php:18