Welcome 216.73.216.146
Filter
Riwayat (Opsional)
Nomor Hadits (Opsional)
Mengandung Kata
Tampilkan per Halaman hadits

Hadits Imam BUKHARI Melalui Perawi Yahya bin Hassan bin Hayyan


No. Urut Riwayat Nomor Hadits Teks Hadits
1Bukhari 1220 Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin 'Abdul 'Aziz telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hassan telah menceritakan kepada kami Quraisy dia adalah Ibnu Hayyan dari Tsabit dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; Kami bersama Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mendatangi Abu Saif Al Qaiyn yang (isterinya) telah mengasuh dan menyusui Ibrahim 'alaihissalam (putra Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengambil Ibrahim dan menciumnya. Kemudian setelah itu pada kesempatan yang lain kami mengunjunginya sedangkan Ibrahim telah meninggal. Hal ini menyebabkan kedua mata Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berlinang air mata. Lalu berkatalah 'Abdurrahman bin 'Auf radliallahu 'anhu kepada Beliau: "Mengapa anda menangis, wahai Rasulullah?". Beliau menjawab: "Wahai Ibnu 'Auf, sesungguhnya ini adalah rahmat (tangisan kasih sayang) ". Beliau lalu melanjutkan dengan kalimat yang lain dan bersabda: "Kedua mata boleh mencucurkan air mata, hati boleh bersedih, hanya kita tidaklah mengatakan kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kita. Dan kami dengan perpisahan ini wahai Ibrahim pastilah bersedih". Dan diriwayatkan oleh Musa dari Sulaiman bin Al Mughirah dari Tsabit dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam.
2Bukhari 3398 Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Miskin Abu Al Hasan telah bercerita kepada kami Yahya bin Hassan telah bercerita kepada kami Sulaiman dari Syarik bin Abu Namir dari Sa'id bin Al Musayyab berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Musa Al Asy'ariy bahwa dia berwudlu' di rumahnya lalu keluar. (Lalu dia bercerita); Aku berkata; 'Aku akan mendampingi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bersamanya hari ini". Dia berkata; "Maka dia menuju masjid lalu bertanya tentang keberadaan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Orang-orang menjawab; "Beliau keluar dan menuju ke arah sana". Maka aku keluar menelusuri bekas jejak beliau mencari keberadaannya hingga (aku lihat) beliau memasuki sebuah sumur Aris (di suatu ladang pusat kota Madinah). Aku duduk di samping pintu yang terbuat dari pelepah kurma hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyelesaikan keperluannya kemudian berwudlu'. Aku segera menghampiri beliau yang ternyata beliau sedang duduk dekat sumur Aris tersebut dan berada di tengah-tengah tepi sumur tersebut. Beliau menyingkap (pakaiannya) hingga kedua betisnya dan mengulurkan kedua kakinya ke dalam sumur. Aku memberi salam kepada beliau lalu berpaling dan kembali duduk di samping pintu. Aku berkata; "Sungguh aku menjadi penjaga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada hari ini". Kemudian Abu Bakr datang dan mengetuk pintu. Aku tanya; "Siapakah ini?. Dia berkata; "Abu Bakr". Aku katakan; "Tunggu sebentar". Kemudian aku menemui (beliau shallallahu 'alaihi wasallam) lalu aku katakan; "Wahai Rasulullah, ada Abu Bakr minta izin masuk". Beliau berkata; "izinkan dia masuk dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga". Aku kembali lalu aku katakan kepada Abu Bakr; "Masuklah, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan surga". Maka Abu Bakr masuk lalu duduk di samping kanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada tepi sumur kemudian menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan mengangkat pakaiannya setinggi kedua betisnya. Kemudian aku kembali dan duduk. Aku telah meninggalkan saudaraku berwudlu' dan menyusulku. Aku berkata; "Seandainya Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, - yang dia maksud saudaranya, - pasti Allah memberinya". Tiba-tiba ada orang yang menggerak-gerakkan pintu, aku bertanya; "Siapakah ini?". Oang itu menjawab; "Aku 'Umar bin Al Khaththab". Aku katakan; "Tunggu sebentar". Kemudian aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan memberi salam kepada beliau lalu aku katakan; "Wahai Rasulullah, ada 'Umar bin Al Khaththab minta izin masuk". Beliau berkata; "izinkan dia masuk dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga". Maka aku temui lalu aku katakan; "Masuklah, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan surga". Maka 'Umar masuk lalu duduk di samping kiri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada tepi sumur kemudian menjulurkan kedua kakinya ke dalam sumur. Kemudian aku kembali dan duduk. Aku berkata; "Seandainya Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, pasti Allah memberinya". Tiba-tiba ada lagi orang yang menggerak-gerakkan pintu, aku bertanya; "Siapakah ini?". Oang itu menjawab; "'Utsman bin 'Affan". Aku katakan; "Tunggu sebentar". Kemudian aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu aku kabarkan kepada beliau, maka beliau berkata; "izinkan dia masuk dan sampaikan kabar gembira kepadanya dengan surga, dengan berbagai cobaan yang menimpanya". Maka aku menemuinya lalu aku katakan kepadanya; "Masuklah, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan surga, sekaligus berbagai cobaan yang menimpamu". Maka 'Utsman masuk namun dia dapatkan tepi sumur telah penuh. Akhirnya dia duduk di hadapan beliau dari sisi yang lain". Berkata Syarik bin Abdullah, berkata Sa'id bin Al Musayyab; "Aku tafsirkan posisi duduk mereka bertiga sebagai posisi kuburan mereka sedangkan kuburan 'Utsman terpisah dari mereka".
3Bukhari 3127 Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Miskin abu Al Hasan telah bercerita kepada kami Yahya bin Hassan bin Hayyan Abu Zakariya' telah bercerita kepada kami Sulaiman dari 'Abdullah bin Dinar dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika singgah di al-Hijr (suatu daerah pegunungan yang pernah dijadikan Kaum Tsamud bertempat tinggal dan dibinasakan) pada waktu perang Tabuk, Beliau memerintahkan agar pasukan tidak minum dari air sumurnya dan tidak mengambil airnya. Mereka berkata; "Kami telah membuat adonan roti dengan airnya dan telah mengambil airnya". Maka Beliau memerintahkan agar membuang adonan roti dan menumpahkan air-air tersebut". Dan diriwayatkan dari Sabrah bin Ma'bad dan Abu Asy Syamus bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan agar memuntahkan makanan. Dan Abu Dzarr berkata dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Yaitu agar menumpahkan adonan roti yang dibuat menggunakan air sumur itu".

Menampilkan 3 item.
Database Hadits by LIDWA, WebScript by EndSur
Best viewed using Google Chrome

( ! ) Fatal error: Uncaught TypeError: Unsupported operand types: string + int in C:\wamp64\www\hadits\counter.php on line 11
( ! ) TypeError: Unsupported operand types: string + int in C:\wamp64\www\hadits\counter.php on line 11
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0002448216{main}( )...\riwayat.php:0
20.6313635392include( 'C:\wamp64\www\hadits\footer.php )...\riwayat.php:273
30.6314636136include( 'C:\wamp64\www\hadits\counter.php )...\footer.php:18